Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) - ISO 27001
Tentang ISO 27001
ISO 27001 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kemanan Informasi (SMKI) sebagian besar sebelumnya diangkat berdasarkan BS 7799 yang umum digunakan sejak tahun 1995 mengenai pengelolaan keamanan informasi. ISO 27001 menyediakan kerangka kerja untuk netralitas penggunaan teknologi, netralitas sistem manajemen pengelolaan rekanan yang memungkinkan suatu organisasi memastikan bahwa pengukuran keamanan informasi adalah efektif. Hal ini termasuk kemampuan mengakses data secara berkelanjutan, adanya kerahasiaan dan integritas atas informasi yang dimilikinya dan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan demikian pula dengan kesesuaian hukum.
Sejak tahun 2005, International Organization for Standardization (ISO) atau Organisasi Internasional untuk Standarisasi telah mengembangkan sejumlah standar tentang Information Security Management Systems (ISMS) atau Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) baik dalam bentuk persyaratan maupun panduan. Standar SMKI ini dikelompokkan sebagai keluarga atau seri ISO 27000 yang terdiri dari:
ISO/IEC 27000:2009 – ISMS Overview and Vocabulary
ISO/IEC 27001:2005 – ISMS Requirements
ISO/IEC 27002:2005 – Code of Practice for ISMS
ISO/IEC 27003:2010 – ISMS Implementation Guidance
ISO/IEC 27004:2009 – ISMS Measurements
ISO/IEC 27005:2008 – Information Security Risk Management
ISO/IEC 27006:2007 – ISMS Certification Body Requirements
ISO/IEC 27007 – Guidelines for ISMS Auditing
Sumber : https://isoindonesiacenter.com
Apa itu ISO 27001?
Apa itu ISO 27001?
Sumber : https://www.youtube.com/helpnetsecurity
Rancangan Peraturan Menteri "Penyelarasan Waktu Sistem Elektronik"
Pembicara pertama :
Pancat Setyantana
Kasubdit Tata Kelola
Pembicara Kedua :
Mego Pinandito
Kepala Pusat Lit Metrologi LIPI
Pembicara Kedua :
Agus S
APJII
Pancat Setyantana
Kasubdit Tata Kelola
Pembicara Kedua :
Mego Pinandito
Kepala Pusat Lit Metrologi LIPI
Pembicara Kedua :
Agus S
APJII
Metode FAST (Freamwork for Application of Systems Technology)
FAST (Freamwork for Application of Systems Technology) dikembangkan sebagai gabungan dari praktek-praktek terbaik yang telah ditemui dalam banyak referensi komersial dan metodologi. FAST adalah sebuah kerangka kerja yangcukup fleksibel untuk berbagai jenis proyek dan strategi. FAST juga memiliki banyak kesamaan dengan buku komersial dan metodelogi yang akan di temukan dalam praktek. Sebuah proyek dimulai dengan beberapa kombinasi dari masalah, peluang dan petunjuk dari penggunaan dan diakhiri dengan sebuah solusi bisnis kerja untuk komunitas pengguna.
Pengmbangan sistem dengan metode FAST dilakukan secara berurutan yaitu meliputi tahapan definisi lingkup, analisis masalah, analisis kebutuhan, desain logis, analisis keputusan, desain fisik & integrasi, kontruksi & pengujian, insralasi & pengiriman.
Langkah-langkah yang dilakuakan dalam pengembangan metode FAST (Freamwork for Application of Systems Technology) adalah sebagai berikut :
- Definisi Lingkup (Scope Definition)
Definisi lingkup merupakan permulaan proyek untuk mendefinisikan masalah, arahan, kesempatan, dan tujuan yang mendorong pengembangan sistem serta menetepakan ruang lingkup dan kelemahan-kelemahannya dalam arti ukuran dan batas-batas, visi proyek, batasan partisipan proyek yang dibutuhkan yaitu pemilik sistem, manajer proyek, dan analisis sistem, batasan anggaran serta jadwal.
- Analisis Masalah (Problem Analysis)
Tahap analisis masalah mempelajari sistem yang sedang berjalan dan menganalisis temuan-temuan agar dapat menemukan pemahaman yang lebih mendalam akan masalah-masalah yang memicu proyek serta membatasi ruang lingkup pengembangan sistem.
Lingkup dan pernyataan masalah dalam analisis masalah seperti didefinisikain dan disetujui dalam tahap definisi lingkup. Tujuan ini tidak mendefinisikan input, output, atau proses melainkan mendefinisikan kriteria bisnis tempat semua sistem baru akan dievaluasi.
- Analisis Kebutuhan (Requirements Analysis)
Analisis kebututuhan mendefinisikan dan memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan bisnis. Kesalah dalam analisis kebutuhan berakibat ketidakpuasan pengguna terhadap sistem final.
Partisipan dalam analisis kebutuhan terutama adalah para pengguna sistem dan analis sistem. Para manajer proyek juga terlibat dalam tahap ini, sedangkan para desainer sistem diabaikan untuk menghindari perhatian dini pada solusi-solusi teknologi. Blok-blok pembangunan dapat menyediakan sendiri kerangka untuk mendefenisikan banyak kebutuhan bisnis, termasuk kebutuhan data bisnis, kebutuhan proses bisnis, dan kebutuhan antar muka bisnis dari sistem.
- Desain Logis (Logical Design).
Tahap desain logis menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan bisnis kedalam model-model sistem. Istilah desain logis harus diinterpresentasikan sebagai teknologi mandiri yang berati makna gambar menggambarkan sistem independen dari setiap kemungkina solusi teknis, kebutuhan model bisnis yang diinginkan harus dipenuhi oleh solusi teknis yang ingin dipertimbangkan.
- Analisis Keputusan (Descision Analysis).
Analisis keputusan dipicu oleh kebutuhan bisnis tervalidasi ditambah model-model dan spesifikasi-spesifikasi sistem logis, biasanya banyak alternatid untuk merancang sebuah sistem baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Tujuan tahap ini adalah untuk mempertimbangkan beberapa kandidat dari perangkat lunak dan keras yang nantinya akan dipilih dan dipakai dalam implementasi sistem sebagai solusi atas masalah dan kebutuhan yang sudah didefinisikan pada tahapan-tahapan sebelumnya.
- Desain Dan Integrasi Fisik (Physical Design).
Tujuan tahap desain dan intergasi fisik adalah melakukan transformasi dari kebutuha bisnis dalam bentuk spesifikasi desain fisik yang akan menjadi panduan desain sistem. Desain fisik akan dibatasi oleh model arsitektural yang akan disetujui dari tahap sebelumnya. Desain juga harus mengikuti semua standar desain internal yang memastikan kelengkapan, keadaan dapat digunakan, diandalkan, performa dan kualitas.
- Konstruksi Dan Pengujian (Constraction And Testing).
Setelah diebrikan tigkat model dan spesifikasi desain fisik kemudian mengkonstruksi dan melakukan pengujian atas komponen-komponen sistem untuk desain tersebut, untuk mengetahui tingkat penerimaan terhadap bisnis porses maupun penggunanya
- Instalasi Dan Pengiriman (Installation And Delivery).
Sistem baru biasannya menggambarkan penyimoangan cara bisnis yang dijalankan saat ini, analisis harus menyediakan transisi yang halus dari sistem lama ke sistem baru dan embantu para pengguna menghadapu masalah start-up yang normal. Dengan demikian tahap instalasi dan pengiriman berperan untuk menfirimkan sistem ke dalam operasi, melibatkan pelatihan orang-orang yang akan menggunaan sistem final dan mengembangkan dokumentasi untuk membantu para pengguna sistem.
Delapan fase metode FAST dikeomokkan menjadi dua bagian, yaitu :
- Analisa Sistem
Fase pengembangan yang termasuk kedalam analisa sistem, yaitu :
- Preliminary Investigation Phase
- Problem Analysis
- Requirement Analysis
- Logical Design
- Decision Analysis
- Desain Sistem
Fase pengembangan yang termasuk dalam disain sistem, yaitu :
- Physical Design
- Constraction And Testing
- Installation And Delivery
Posted in:
Pengembangan Sistem
Rancangan Peraturan Menteri Tata Kelola Sistem Elektronik
RPM Tata Kelola Sistem Elektronik memiliki ruang lingkup penyelenggara sistem elektronik untuk pelayanan publik.
Search Engine Optimization & Digital Marketing
ISO/IEC 20000:2011
ISO/IEC 20000:2011
merupakan standard internasional yang berhubungan dengan IT
Service Management. Yang menjadi salah satu bagian dari ISO/IEC 20000 ini yaitu
perlunya proses pendekatan terintegrasi penyedia jasa dengan melakukan proses plans, establishes, implements, operates,
monitors, reviews, maintains dan peningkatkan service management system (SMS).
Tujuan dari ISO/IEC 20000:2011 adalah untuk memberikan standard acuan umum
untuk setiap perusahaan yang memberikan layanan IT baik terhadap pelanggan
internal maupun eksternal.
ISO/IEC 20000 series
sendiri terdiri dari beberapa bagian dokumen :
- ISO/IEC 20000-1:2011
Mengenai service
management system requirement. Pada bagian ini berisi spesifikasi standar
dalam bentuk formal dan juga menggambarkan aktifitas, dokumen serta records yang didefinisikan didalam 256 statement.
- ISO/IEC 20000-2
Mengenai Guidance
on the application of service management systems. Pada bagian ini
menggambarkan prosedur secara detail dan menyediakan panduan kepada auditor
serta memberikan rekomendasi terhadap rencana-rencana yang akan dilakukan
kepada penyedia jasa layanan untuk peningkatan service/layanan yang didefinisikan pada “should” statement.
- ISO/IEC TR1 20000-3
Mengenai Guidance
on scope definition and applicability of ISO/IEC 20000-1. Bagian ini berisi
panduan dalam mendefinisikan cakupan-cakupan untuk standardisasi dan penerapan
standardisasi.
- ISO/IEC TR 20000-4
Mengenai Process reference model. Bagian ini
memfasilitasi pengembangan proses penilaian yang disebutkan dalam ISO/IEC TR
15504-8 tentang Information technology – process
assessment.
- ISO/IEC TR 20000-5
Mengenai Exemplar
implementation plan for ISO/IEC 20000-1. Bagian ini menyediakan pedoman
implementasi penerapan standard.
Posted in:
Pelatihan
Service Oriented Architecture (SOA)
Service
Oriented Architecture (SOA) adalah sebuah arsitektur yang berorientasi pada service untuk membangun sistem terdistribusi yang dapat diandalkan, dengan menambahkan penekanan pada loose
coupling antar pengguna service. Dengan kata lain SOA adalah suatu pendekatana arsitektur system yang merepresentasikan proses bisnis menjadi bentuk service yang lebih efisien dan tingkat ketergantungan yang lebih rendah satu sama lain.
Sholat Dhuha
Niat Sholat dhuha
Untuk niat sholat dhuha hampir sama dengan sholat sunah lainnya, yaitu sebagai berikutUshallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa
arti dalam bahasa Indonesia :
Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.
Tata cara sholat dhuha
Tata cara sholat dhuha hampir sama dengan sholat sunah pada umumnya,- Setelah membaca niat seperti yang telah tertulis diatas kemudian membaca takbir,
- Membaca doa Iftitah
- Membaca surat al Fatihah
- Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam dan rakaat kedua surat Al Lail
- Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
- I’tidal dan membaca bacaannya
- Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
- Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya
- Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
- Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.
Jumlah rakaat sholat dhuha
Sholat dhuha dilakukan dalam
satuan dua rakaat satu kali salam. Sementara itu untuk berapa jumlah
maksimal sholat dhuha ada pendapat yang berbeda dari para ulama, ada
yang mengatakan maksimal 8 rakaat, ada yang maksimal 12 rakaat, dan ada
juga yang berbedapat tidak ada batasan.
Untuk mengetahui lebih
jelas mengenai perbedaan pendapat jumlah rakaat sholat dhuha silahkan
simak penjelasan yang kami kutip dari konsultasi syariah di bawah ini
Pertama,
jumlah rakaat maksimal adalah delapan rakaat. Pendapat ini dipilih oleh
Madzhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Dalil yang digunakan madzhab ini
adalah hadis Umi Hani’ radhiallaahu ‘anha, bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahnya ketika fathu Mekah dan Beliau shalat delapan rakaat. (HR. Bukhari, no.1176 dan Muslim, no.719).
Kedua,
rakaat maksimal adalah 12 rakaat. Ini merupakan pendapat Madzhab
Hanafi, salah satu riwayat dari Imam Ahmad, dan pendapat lemah dalam
Madzhab Syafi’i. Pendapat ini berdalil dengan hadis Anas radhiallahu’anhu
من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة
“Barangsiapa
yang shalat dhuha 12 rakaat, Allah buatkan baginya satu istana di
surga.” Namun hadis ini termasuk hadis dhaif. Hadis ini diriwayatkan
oleh Tirmidzi, Ibn Majah, dan Al-Mundziri dalam Targhib wat Tarhib.
Tirmidzi mengatakan, “Hadis ini gharib (asing), tidak kami ketahui
kecuali dari jalur ini.” Hadis ini didhaifkan sejumlah ahli hadis,
diantaranya Al-Hafidz Ibn Hajar Al-Asqalani dalam At-Talkhis Al-Khabir (2: 20), dan Syaikh Al-Albani dalam Al-Misykah (1: 293).
Ketiga,
tidak ada batasan maksimal untuk shalat dhuha. Pendapat ini yang
dikuatkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Hawi. Dalam kumpulan fatwanya
tersebut, Suyuthi mengatakan, “Tidak terdapat hadis yang membatasi
shalat dhuha dengan rakaat tertentu, sedangkan pendapat sebagian ulama
bahwasanya jumlah maksimal 12 rakaat adalah pendapat yang tidak memiliki
sandaran sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Hafidz Abul Fadl Ibn
Hajar dan yang lainnya.”. Beliau juga membawakan perkataan Al-Hafidz
Al-’Iraqi dalam Syarh Sunan Tirmidzi, “Saya tidak mengetahui
seorangpun sahabat maupun tabi’in yang membatasi shalat dhuha dengan 12
rakaat. Demikian pula, saya tidak mengetahui seorangpun ulama madzhab
kami (syafi’iyah) – yang membatasi jumlah rakaat dhuha – yang ada
hanyalah pendapat yang disebutkan oleh Ar-Ruyani dan diikuti oleh
Ar-Rafi’i dan ulama yang menukil perkataannya.”
Setelah menyebutkan pendapat sebagian ulama Syafi’iyah, As-Suyuthy menyebutkan pendapat sebagian ulama malikiyah, yaitu Imam Al-Baaji Al-Maliky dalam Syarh Al-Muwattha’ Imam Malik. Beliau mengatakan, “Shalat dhuha bukanlah termasuk shalat yang rakaatnya dibatasi dengan bilangan tertentu yang tidak boleh ditambahi atau dikurangi, namun shalat dhuha termasuk shalat sunnah yang boleh dikerjakan semampunya.” (Al-Hawi lil fataawa, 1:66).
Kesimpulan dan Tarjih
Jika dilihat dari dalil tentang shalat dhuha yang dilakukan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam jumlah rakaat maksimal yang pernah beliau lakukan adalah 12 rakaat. Hal ini ditegaskan oleh Al-’Iraqi dalam Syarh Sunan Tirmidzi dan Al-’Aini dalam Umdatul Qori Syarh Shahih Bukhari.
Al-Hafidz Al ‘Aini mengatakan, “Tidak adanya dalil –yang menyebutkan
jumlah rakaat shalat dhuha– lebih dari 12 rakaat, tidaklah menunjukkan
terlarangnya untuk menambahinya.” (Umdatul Qori, 11:423)
Setelah membawakan perselisihan tentang batasan maksimal shalat dhuha, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,
“Pendapat yang benar adalah tidak ada batasan maksimal untuk jumlah rakaat shalat dhuha karena:
- Hadis Mu’adzah yang bertanya kepada Aisyah radhiallahu’anha, “Apakah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam shalat dhuha?” Jawab Aisyah, “Ya, empat rakaat dan beliau tambahi seseuai kehendak Allah.” (HR. Muslim, no. 719). Misalnya ada orang shalat di waktu dhuha 40 rakaat maka semua ini bisa dikatakan termasuk shalat dhuha.
- Adapun pembatasan delapan rakaat sebagaimana disebutkan dalam hadis tentang fathu Mekah dari Umi Hani’, maka dapat dibantah dengan dua alasan: pertama, sebagian besar ulama menganggap shalatnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika fathu Mekah bukan shalat dhuha namun shalat sunah karena telah menaklukkan negeri kafir. Dan disunnahkan bagi pemimpin perang, setelah berhasil menaklukkan negri kafir untuk shalat 8 rakaat sebagai bentuk syukur kepada Allah. Kedua, jumlah rakaat yang disebutkan dalam hadis tidaklah menunjukkan tidak disyariatkannya melakukan tambahan, karena kejadian Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam shalat delapan rakaat adalah peristiwa kasuistik –kejadian yang sifatnya kebetulan– (As-Syarhul Mumthi’ ‘alaa Zadil Mustaqni’ 2:54).
Doa sholat dhuha
Do’a Shalat Dhuha bahasa Arab :
Berikut ini merupakan bacaan doa sholat dhuha dalam bahasa arab
اَللهُمَّ
اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ
جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ،
وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ
فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ
مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ
بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ
وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Do’a Shalat Dhuha bahasa indonesia
Sedangkan bagi yang belum bisa membaca tulisan Arab, bisa membaca tekst latin di bawah ini
Allahumma
innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka,
wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka.
Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi
fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman
fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa
bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita
‘ibadakash shalihin.
Artinya doa sholat dhuha
Di bawah ini merupakan arti dari bacaan sholat dhuha
“Ya
Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah
keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah
kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku
berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi
maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah,
apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai
Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada
hamba-hambaMu yang soleh”.
Semoga artikel mengenai panduan sholat dhuha
yang dilengkapi dengan bacaan niat dan doa sholat dhuha di atas bisa
bermanfaat bagi. Rajinlah sholat dhuha setiap pagi. Semoga selalu
berlimpah pahala dari Allah SWT, mendapatkan rezki halal dan baik bagi
dunia dan akhirat. Aamiin.
SUMBER : http://ceritaislami.net
Posted in:
Islam
Get IP and Host VB.NET
First, make the form as shown below
The Code Below
The Code Below
Imports System.Net
Imports System.IO
Public Class Form3
Dim ip, host As String
Sub CariHost_IP()
host = Dns.GetHostName()
ip = Dns.GetHostEntry(Dns.GetHostName()).AddressList.Where(Function(a As IPAddress) Not a.IsIPv6LinkLocal AndAlso Not a.IsIPv6Multicast AndAlso Not a.IsIPv6SiteLocal).First().ToString()
End Sub
Private Sub btnCari_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnCari.Click
CariHost_IP()
Label3.Text = host
Label4.Text = ip
End Sub
End Class
result
Posted in:
VB.NET
Splash Screen VB.NET
Splash Screen merupakan suatu istilah bagi Form hiasan yang ditampilkan
sebelum Form utama ditampilkan. Proses pembuatannya sangat mudah,
berikut caranya :
- Membuat Project Baru dan menambahkan item yang telah tersedia yaitu splash screen..
Add New Item Splash Screen
- Setelah itu form di desain seperti dibawah ini
Item yang digunakan adalah Label, ProgreesBar dan Komponen Timer
- Pada Timer1 kita berikan kode dibawah ini
Item yang digunakan adalah Label, ProgreesBar dan Komponen Timer
- Pada Timer1 kita berikan kode dibawah ini
ProgressBar1.Value += 2
If ProgressBar1.Value <= 30 Then
Label1.Text = "Initializing....."
ElseIf ProgressBar1.Value <= 50 Then
Label1.Text = "Loading components....."
ElseIf ProgressBar1.Value <= 70 Then
Label1.Text = "Integrating Database...."
ElseIf ProgressBar1.Value <= 100 Then
Label1.Text = "Please wait..."
End If
If ProgressBar1.Value = 100 Then
Timer1.Dispose()
Me.Visible = False
cur = New Frm2_Login()
cur.Show()
End If
- note timer property
.enable = true
.interval = 1000
Posted in:
VB.NET
Syllabus MMSI
Syllabus
MATRIKULASI
APLIKASI KOMPUTER
DASAR AKUNTANSI FINANSIAL
EKONOMI BISNIS MANAJERIAL
INGGRIS BISNIS
PENGANTAR MANAJEMEN BASIS DATA
PENGANTAR SISTEM INFORMASI
SEMESTER 1
METODE KUANTITATIF1
ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK
KOMPUTERISASI AKUNT KEUANGAN / MANAJEMEN
PENGEMBANGAN SISTEM
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SEMESTER 2
MANAJ KEUANGAN & E-BISNIS
MANAJ PRODUKSI & RISET OPERASI
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN PERENCANAAN STRATEGIK SI/TI
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
INTERNET & JARINGAN KOMPUTER
MANAJ PEMASARAN BASIS WEB
SEMESTER 3
SISTEM JARINGAN BISNIS INTERNASIONAL
MANAJ STRATEGIK & SISTEM PAKAR
TESTING & IMPLEMENTASI SISTEM DAN AUDIT SI/TI
SEMINAR BIDANG KAJIAN
PERENCANAAN & PENGENDALI MANAJEMEN (SIA)
SISTEM INFRORMASI AKUNTANSI (SIA)
SISTEM MANAJ BIAYA / AKTIVITAS (SIA)
PENGELOLAAN PROYEK SIST INFORMASI (SIB)
SISTEM PERANGKAT KERAS (SIB)
TEKNOLOGI INFORMASI LANJUT (SIB)
KEMANAN SISTEM DAN KRIPTOGRAFI (PLSI)
PERANGKAT LUNAK APLIKASI WEB (PLSI)
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK LANJUT (PLSI)
SEMESTER 4
TESIS
APLIKASI KOMPUTER
DASAR AKUNTANSI FINANSIAL
EKONOMI BISNIS MANAJERIAL
INGGRIS BISNIS
PENGANTAR MANAJEMEN BASIS DATA
PENGANTAR SISTEM INFORMASI
SEMESTER 1
METODE KUANTITATIF1
ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK
KOMPUTERISASI AKUNT KEUANGAN / MANAJEMEN
PENGEMBANGAN SISTEM
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SEMESTER 2
MANAJ KEUANGAN & E-BISNIS
MANAJ PRODUKSI & RISET OPERASI
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN PERENCANAAN STRATEGIK SI/TI
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
INTERNET & JARINGAN KOMPUTER
MANAJ PEMASARAN BASIS WEB
SEMESTER 3
SISTEM JARINGAN BISNIS INTERNASIONAL
MANAJ STRATEGIK & SISTEM PAKAR
TESTING & IMPLEMENTASI SISTEM DAN AUDIT SI/TI
SEMINAR BIDANG KAJIAN
PERENCANAAN & PENGENDALI MANAJEMEN (SIA)
SISTEM INFRORMASI AKUNTANSI (SIA)
SISTEM MANAJ BIAYA / AKTIVITAS (SIA)
PENGELOLAAN PROYEK SIST INFORMASI (SIB)
SISTEM PERANGKAT KERAS (SIB)
TEKNOLOGI INFORMASI LANJUT (SIB)
KEMANAN SISTEM DAN KRIPTOGRAFI (PLSI)
PERANGKAT LUNAK APLIKASI WEB (PLSI)
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK LANJUT (PLSI)
SEMESTER 4
TESIS
Posted in:
S2
4/10/2019 12:13:00 PM
Rizky



